## Bayangan yang Menemukan Rumahnya Hujan kota Seoul membasahi jendela apartemen Yu Na, serupa air mata yang enggan jatuh. Notifikasi ponsel...

Dracin Seru: Bayangan Yang Menemukan Rumahnya Dracin Seru: Bayangan Yang Menemukan Rumahnya

Dracin Seru: Bayangan Yang Menemukan Rumahnya

Dracin Seru: Bayangan Yang Menemukan Rumahnya

## Bayangan yang Menemukan Rumahnya Hujan kota Seoul membasahi jendela apartemen Yu Na, serupa air mata yang enggan jatuh. Notifikasi ponselnya berdering—seperti detak jantung yang tak pernah berhenti berharap. Nama yang muncul: *Ji Hoon*. Bayangan masa lalu itu kembali, membayangi setiap langkahnya, setiap aroma kopi hangat yang ia hirup di pagi hari. Lima tahun lalu, mereka adalah _segala_. Cinta mereka, sebuah simfoni digital yang dimainkan lewat sisa chat yang tak terkirim, stiker kucing lucu, dan mimpi-mimpi yang mereka bagi lewat _video call_ larut malam. Lalu, seperti sinyal yang tiba-tiba hilang, Ji Hoon menghilang. Tanpa jejak. Tanpa penjelasan. Hanya _kesunyian_ yang ditinggalkannya. Yu Na, seorang *programmer* berbakat, mencoba memprogram ulang hidupnya. Ia larut dalam barisan kode, mencari pelipur lara di antara angka dan algoritma. Tapi, ada satu *bug* dalam hatinya: Ji Hoon. Suatu malam, Yu Na menerima *email* anonim berisi petunjuk. Serangkaian teka-teki yang membawa Yu Na ke gang-gang sepi di Itaewon, ke kafe tempat mereka pertama kali bertemu, hingga ke taman di mana mereka berjanji akan menua bersama. Setiap petunjuk, semakin mengoyak luka lama. Kehilangan yang samar itu semakin terasa nyata. Ternyata, Ji Hoon bukanlah orang yang Yu Na kira. Ia menyembunyikan rahasia besar, sebuah _hutang_ yang menghantuinya dan keluarganya. Hutang yang memaksanya untuk menghilang demi melindungi Yu Na dari bahaya yang mengintai. Rahasia ini terkuak di sebuah gudang tua di pinggiran kota. Yu Na menemukan Ji Hoon, bukan seperti yang ia ingat. Ji Hoon yang dulu ceria, kini dipenuhi luka dan penyesalan. Ia adalah bayangan dari dirinya sendiri. Di sana, di bawah rembulan pucat, Yu Na melihat kebenaran. Ia melihat ketakutan Ji Hoon, pengorbanannya, dan cinta yang masih menyala redup di matanya. Tapi, Yu Na *bukan lagi* Yu Na yang dulu. Ia telah belajar untuk berdiri sendiri, untuk memprogram ulang hatinya. Balas dendamnya bukan teriakan marah, bukan tangisan histeris. Balas dendamnya adalah _ketenangan_. Ia menatap Ji Hoon, sebuah senyum tipis menghiasi bibirnya. Senyum yang menyimpan kesedihan, pemahaman, dan keputusan yang tak tergoyahkan. Yu Na mengeluarkan ponselnya. Jari-jarinya menari di atas layar, menulis sebuah pesan terakhir. Sebuah pesan yang tak membutuhkan kata-kata. Sebuah pesan yang akan menghapus Ji Hoon dari algoritma hatinya. Lalu, dengan satu sentuhan, ia menekan tombol kirim. *Blokir*. Ia berbalik dan melangkah pergi, meninggalkan Ji Hoon di bawah rembulan pucat. Ia meninggalkan masa lalu, kenangan, dan semua _'mungkin'_ yang tak pernah terwujud. Ia pulang, dan mulai menulis baris kode baru... ... *dan layar ponselnya menunjukkan "offline"*....
You Might Also Like: 5 Rahasia Arti Mimpi Menangkap Landak

0 Comments: